enkei.id

Menggunakan helm merupakan kewajiban semua pengendara sepeda motor. Jika tidak dikenakan akan dikenakan denda karena tidak memakai helm sesuai pasal yang berlaku. Jumlah denda yang harus dibayarkan cukup besar. Nah untuk mengetahui besaran denda karena tidak memakai helm, silahkan simak informasi berikut ini.

Helm berfungsi untuk menjaga keselamatan dan keamanan pengendara sepeda motor. Helm yang digunakan tidak boleh digunakan sembarangan, karena harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Jika tidak sesuai dengan standar SNI, pengendara sepeda motor juga bisa ditilang.

Pakai helm standar SNI demi menjaga keselamatan anda saat berkendara. Banyak kasus kecelakaan sepeda motor yang menyebabkan kematian karena pengendara sepeda motor tidak menggunakan helm standar SNI.

Perbedaan antara helm ber-SNI dan helm standar adalah memenuhi persyaratan material dan konstruksi serta lolos berbagai pengujian yang membuktikan bahwa helm tersebut aman. Daripada membahayakan diri sendiri, lebih baik patuhi peraturan lalu lintas yang berlaku dengan menggunakan helm standar SNI.

Saat ini sudah banyak helm ber-SNI murah dengan kualitas yang sangat bagus seperti yang dibuat di KYT, INK, GM, Cargloss, dan masih banyak lagi lainnya. Namun, Anda tetap harus berhati-hati saat membeli helm karena banyak sekali helm ber-SNI palsu yang beredar di pasaran.

Untuk menghindari helm SNI palsu, sebaiknya dilakukan pengecekan menyeluruh pada setiap bagian helm. Mulailah mengecek dari Styrofoam atau bagian dalam helm. Kemudian periksa bagian kaya dan cangkang helm.

Kami yakin Anda dapat membedakan helm mana yang berkualitas dan mana yang tidak. Jadi setelah membeli helm ber-SNI harus memakai helm saat mengendarai sepeda motor. Jika anda nekat untuk tidak memakainya, anda akan dikenakan denda karena tidak menggunakan helm saat terjebak dalam penggerebekan kendaraan bermotor.

Denda karena tidak memakai helm

Besarnya denda karena tidak memakai helm sudah diatur dalam Pasal 291 ayat 1 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam pasal tersebut disebutkan bahwa "Setiap orang yang mengendarai sepeda motor yang tidak memakai helm SNI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (8) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250.000".

Denda di atas merupakan denda maksimal. Nanti pelaku harus melewati persidangan terlebih dahulu untuk menentukan besaran denda yang harus dibayarkan. Jadi jika tidak mau membayar denda maka hukumannya adalah kurungan paling lama 1 bulan.

Daripada mengeluarkan banyak uang untuk membayar denda karena tidak memakai helm, sebaiknya Anda selalu mematuhi peraturan lalu lintas yang berlaku. Pakai helm standar SNI saat bepergian, meski hanya jarak dekat.

Sebenarnya tujuan utama menggunakan helm bukan untuk mendapatkan tiket, tapi untuk menjaga keselamatan berkendara. Ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa satu dari tiga orang yang mengalami kecelakaan mengalami cedera di bagian kepala.

Dengan memakai helm berstandar SNI tentunya dapat meminimalisir terjadinya cedera kepala saat terjadi kecelakaan. Apalagi helm ber-SNI telah melalui proses pengujian yang ketat untuk memastikan kekuatan dan ketahanan saat terjadi benturan.

Pengendara tanpa helm juga mendominasi jumlah korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Kami yakin semua orang sadar akan bahayanya. Namun kenyataannya masih banyak orang yang nekat mengendarai sepeda motor tanpa helm.

Demi menjaga keselamatan diri sendiri dan agar tidak mendapat tiket, sebaiknya selalu pakai Helm SNI saat berkendara. Sekian informasi di Otomotifo.com kali ini, simak juga artikel sebelumnya mengenai Harga Mobil Fortuner bekas dan berbagai informasi seputar dunia otomotif di Indonesia.

Leave a Reply