enkei.id

Iklan

SIM B2 General – Di berbagai negara, mengendarai mobil besar atau kendaraan pengangkut tentunya harus lulus tes terlebih dahulu, kemudian mendapatkan lisensi. Hal yang sama berlaku di negara kita tercinta, Indonesia.

SIM adalah SIM yang harus dimiliki oleh pengendara baik yang ringan maupun yang berat di Indonesia. Surat itu dikeluarkan oleh Kepolisian Nasional untuk semua orang dengan syarat mereka telah memenuhi administrasi, sehat secara fisik dan mental dan memahami peraturan lalu lintas.

Ini sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 77 ayat (1) UU No. 22 tahun 2009. Masa berlaku SIM itu sendiri adalah 5 tahun dan harus selalu diperbarui secara berkala. Jika tidak, maka risiko pengulangan tes untuk membuat lisensi ini harus ditanggung oleh pemilik, tanpa kecuali.

Di masa lalu, SIM hanya terdaftar dalam kelompok A, B, dan C. Seiring waktu, jenis ini berkembang lagi dengan memecah B menjadi B1 dan B2, menambahkan D ke kelompok disabilitas, dan C dikategorikan ke dalam C1, C2, C3 menurut untuk kapasitas mesin.

Ketentuan dan Cara Membuat SIM B2 Umum

Apakah Fungsi Publik SIM B2?

Sebenarnya, SIM sendiri masih dibentuk menjadi dua kategori lagi. Yakni, jenis lisensi individu untuk kendaraan bermotor milik pribadi dari kelompok A hingga D. Serta Publik digunakan oleh pengemudi angkutan, tetapi hanya diperoleh sampai B2 saja.

Lebih khusus, SIM ini digunakan untuk menggerakkan kendaraan transportasi. Fungsi itu sendiri adalah sebagai penarik atau sepeda motor dengan menarik tambal sulam atau trailer dengan berat minimal 1000kg sesuai dengan berat yang disepakati dalam Pasal 82 UU No. 22 tahun 2009.

Untuk jenis kendaraan itu sendiri, SIM jenis ini lebih khusus untuk transportasi berat truk roda enam seperti trailer atau bus yang dimiliki oleh perusahaan terdaftar daripada atas nama individu. Jadi, pengemudi harus memperhatikan hal ini sebelum mencari lisensi.

Persyaratan untuk Membuat SIM SIM B2

Sebab kondisinya sendiri tidak bisa dikatakan mudah. Penelusur Publik SIM B2 harus tetap memenuhi kriteria yang sama seperti yang disebutkan dalam Pasal 83 ayat (1), (2), dan (3) Undang-Undang No. 22, 2009, bahwa pemohon harus berusia minimal 23 tahun dan dapat lulus teori dan ujian praktik.

Dan, ada peraturan tambahan lainnya, yaitu pemohon harus memiliki jenis lisensi yang sama dalam kelompok individu setidaknya hingga 12 bulan. Jika tidak, maka permintaan ditolak karena melihat jenis barang bawaan kendaraan juga.

Persyaratan untuk memperoleh SIM B2 Individual juga harus memenuhi kriteria seperti usia minimum 21 tahun, memiliki KTP, formulir aplikasi, sidik jari, sehat secara fisik dan mental, dan lulus teori, praktik, atau tes keterampilan, dan setidaknya memiliki Jenis B1 selama 60 bulan.

Cara membuat SIM B2 publik

Dengan persyaratan yang panjang seperti itu, pemohon juga masih didakwa dengan prosedur untuk membuatnya. Tenang saja, ini akan berjalan lancar jika semua persyaratan terpenuhi dan Anda telah berlatih keras dengan baik.

Pembuatan dapat langsung mengunjungi kantor Unit Administrasi Administrasi SIM di kota Anda. Pertama, siapkan fotokopi 4 lembar KTP. Terlampir juga sertifikat kesehatan dari dokter, formulir pendaftaran, dan semuanya termasuk dalam folder.

Setelah itu, semua persyaratan dikumpulkan di jendela tiket. Anda tinggal menunggu dipanggil untuk mengikuti ujian teori dan praktik. Jika mereka lulus, petugas akan mengarahkan mereka untuk mengambil foto, tanda tangan, dan cap sidik jari pertama. Setelah itu, SIM B2 sudah ada di tangan.

Menghasilkan Biaya

Untuk biaya Anda sendiri, Anda tidak perlu membayar terlalu banyak. Cukup dengan Rp 30.000, – yang dibayarkan di awal saat mengumpulkan persyaratan. Uang tersebut digunakan sebagai pendaftaran asuransi, sesuai dengan kebijakan Satpa, meskipun tidak diperlukan.

Untuk membuat SIM sendiri, hanya Rp. 120.000 dibebankan. Tapi, tetap pastikan bahwa sebelum Anda sudah memiliki tipe B2 dan B1 Perseorang dengan kepemilikan minimum 6 hingga 12 bulan sebelum pindah ke kategori Umum.

Biaya di atas hanya terbatas pada biaya penerbitan SIM, sehingga tidak termasuk biaya pemeriksaan kesehatan dan asuransi yang biasanya berbeda di setiap wilayah.

Contoh Smart SIM B2 General

Kemudahan Memiliki SIM B2 Umum

Mungkin Anda merasa bahwa membuat SIM B2 Public sangat sulit dan panjang. Memang, itu adalah kondisi yang harus dipenuhi oleh pengemudi kendaraan roda enam di tingkat truk trailer dan bus. Tapi, tenang saja. ada juga kenyamanan memiliki lisensi ini.

Pengemudi yang sudah memiliki lisensi ini dapat mengendarai kendaraan lain, seperti transportasi pribadi besar (truk, L300, elf, dll.) Yang harus menggunakan SIM A1, A2, B1, B2 biasa dan umum.

Jadi, Anda tidak perlu mencari lisensi baru lagi untuk mengendarai kendaraan lain. Kecuali untuk sepeda motor bebek, pengemudi masih bisa ditilang jika tidak ada SIM C saat diperiksa oleh petugas. Karena itu, pastikan untuk memilikinya walaupun Anda sudah memiliki B2 Public.

Peraturan Baru tentang Membuat SIM

Bagi Anda yang akan membuat semua jenis aplikasi SIM, termasuk Jenderal B2, Kepolisian Nasional telah menyediakan aplikasi untuk membuat dan ekstensi berbasis online di semua wilayah di Indonesia sebagai OCI.

Dengan sistem yang telah diterapkan di beberapa kota besar di Indonesia, Anda dapat membuat atau memperbarui SIM tanpa harus memindahkan tempat tinggal Anda sesuai dengan masing-masing kartu ID. Data yang terdaftar akan diintegrasikan langsung ke dalam populasi dan database registrasi sipil Departemen Perdagangan.

Sekarang, Anda akan tahu lebih banyak tentang penggunaan SIM B2 Umum untuk apa itu, bagaimana dibuat, kondisinya, dan sebagainya. Jadi, segera buat lisensi di Satpas terdekat sehingga Anda bisa mengendarai kendaraan berat dengan aman.

Setelah mengetahui semua tentang General B2 SIM, sekarang Anda dapat mencoba membuatnya sendiri dengan datang langsung ke tempat pembuatan SIM terdekat. Jadi ini informasi otomotifo.com pada kesempatan ini. Semoga informasi yang kami sampaikan bermanfaat dan dapat menjadi referensi.

Leave a Reply